Sabtu, 31 Desember 2011

PUISI CINTA ANAK AKUNTING

PUISI CINTA ANAK AKUNTING
Karya: Pujangga Akunting

Wahai Kekasihku..
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku
Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva
Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu
Wahai bidadariku.
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan
cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti
Tidak ada kecocokkan saldo..
mungkin cinta kita harus dijurnal balik..

AYAH.... SEX ITU APA SIH?


Suatu pagi, seorang anak yang baru masuk sekolah dasar bertanya kepada ayahnya: "Yah, ayah, SEX itu apa sih, yah.....?"  Terperanjat si ayah mendengar pertanyaan si upik. Terbayang dia tentang arus informasi zaman sekarang yang modern membuat manusia berfikiran terbuka, termasuk anak yg masih kecil.
 
Sesuai dengan konsep pendidikan seks yang sedang hangat dibicarakan  Mulailah si ayah mencari-cari jawaban yang sesuai dengan umur dan harapan anaknya yang ia harapkan tak mau tertinggal dalam arus pendidikan modern. Maka si ayah pun mulai memberikan jawaban dengan mengkiaskan : kumbang dan bunga, telur yang menetas berudu dan kemudian menjadi katak, hujan serta benih yang berkembang menjadi tunas, diikuti dengan pembentukan bayi dalam kandungan.
 
Sebelum mengakhiri semua jawaban itu, si ayah menyelipkan juga kisah percintaan antara ia dan mamanya sejak dari zaman sekolah menengah hingga sampai kelahiran seorang bayi lucu menggemaskan, yaitu si anak yang bertanya itu.
 
Tiba-tiba si anak menangis terisak-isak. Si ayah keheranan. "Eh kenapa ?" Si ayah bertanya keheranan.
Tetapi si anak masih tetap menangis.

"Jawabanya panjang amat......hu….... hu…....hu, terus dimana tempat untuk nulis jawabannya? Kalo gitu,
Ayah ajalah yang nulis jawabanya !.. ....hu...... hu......hu. "
 
Si upik lantas menyerahkan buku latihan Bahasa Inggris yang pada sampul muka depannya  tertulis....  ..... 
 
NAME     : ............ ......... ......... .....
SCHOOL : ............ ........... ......... ...
CLASS    : ............ ......... ......... ....
SEX        :........... ......... ......... .....



GEDUBRAAAKK……..!!!!!

Gue udah tau semuanya

Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang.

Hari pertama, dia nelepon temannya :"Rin, gue udah tau semuanya !" "Hah.." Suara disana terdengar lemas."Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."

"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."

Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."

Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat Kuping kakaknya yang lagi tiduran. "Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa." Dewa langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita.

"Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!"

"BeEres. "

Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja.

"Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek "Pah, Ita mau ngomong."

" Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih." "Ita udah tau semuanya Pah..." Mendadak Papanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah bilang Mama soal si Ijah."

Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Ijah. Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun.

Diluar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya.

"Pak !!!" Ita benar-b enar membuat kaget sopirnya "Saya sudah tau semuanya."

Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung.

"Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau tahu juga Nak !"